
Banda Aceh – Universitas Syiah Kuala (USK) resmi mengukuhkan lima orang guru besar atau profesor dalam Upacara Sidang terbuka yang berlangsung di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh, pada Kamis (30/4/2026).
Sidang pengukuhan dipimpin langsung oleh Ketua Senat Akademik USK, Prof. Dr. Ir. Abubakar M.S., dan dihadiri oleh Rektor USK, para Wakil Rektor, dekan dari seluruh fakultas, anggota Senat Akademik, segenap guru besar, civitas akademika USK, serta keluarga besar dari kelima profesor yang dikukuhkan. Turut hadir pula Prof. Dr. Ir. Imam Robandi, M.T. selaku Ketua Dewan Profesor ITS Surabaya, dan Dr. Ir. Rizal Munadi, MT., MM selaku Kepala LLDIKTI Wilayah XIII.
Kelima guru besar yang dikukuhkan beserta bidang ilmu dan orasi ilmiahnya adalah sebagai berikut:
- Prof. Dr. Ir. Syahrial, M.Eng. – Bidang Ilmu Antenna System Design and Implementation, dengan orasi berjudul “Evolusi Teknologi Antena: Dari Transmisi Daya Nirkabel ke Komunikasi Terahertz”. Ia menyampaikan bahwa perkembangan teknologi komunikasi saat ini tidak terlepas dari peran penting sistem antena sebagai tulang punggung transmisi informasi. Antena kini bukan lagi sekadar perangkat teknis, tetapi komponen kunci dalam mendukung konektivitas global, efisiensi energi, serta percepatan transformasi digital.
- Prof. Dr. Anita Rauzana, S.T., M.T. – Bidang Ilmu Manajemen Proyek Konstruksi, dengan orasi berjudul “Mengungkap Penyebab Pembengkakan Biaya dan Keterlambatan Proyek Konstruksi: Faktor Risiko dan Upaya Mitigasinya”. Penelitiannya mengidentifikasi bahwa manajemen material, ketersediaan peralatan, kondisi keuangan, kebijakan pemerintah, kondisi ekonomi, faktor geografis, serta aspek sumber daya manusia seperti pengalaman kontraktor dan koordinasi yang kurang optimal, berpengaruh signifikan terhadap risiko pembengkakan biaya dan keterlambatan proyek.
- Prof. Dr. Mirza Fuady, S.T., M.T. – Bidang Ilmu Arsitektur dan Perancangan Kota, dengan orasi berjudul “Integrasi Struktur Hijau dan Performa Bangunan Dalam Mewujudkan Kota Tropis Tangguh dan Berkelanjutan”. Ia menekankan pentingnya integrasi antara performa bangunan, efisiensi energi, dan dimensi sosial dalam perencanaan kota, terutama untuk menghadapi tantangan perubahan iklim, urbanisasi cepat, serta kebutuhan akan ruang hidup yang layak dan berkelanjutan.
- Prof. Dr. Ir. Zulfikar, S.T., M.Sc, – Bidang Ilmu Keamanan Dengan Perangkat Elektronika, dengan orasi berjudul “Physically Unclonable Function (PUF) Sebagai Solusi Keamanan Terhadap Perkembangan Teknologi Chip Semikonduktor”. Menyoroti pesatnya perkembangan Internet of Things (IoT), ia menawarkan pendekatan inovatif melalui konsep Physically Unclonable Functions (PUF), yaitu sistem keamanan berbasis karakteristik fisik unik dari setiap chip semikonduktor untuk menjawab tantangan keamanan sistem.
- Prof. Dr. Ir. Melinda, S.T., M.Sc, – Bidang Ilmu Pengolahan Sinyal Multimedia dan Pembelajaran Mesin, dengan orasi berjudul “Pengolahan Sinyal Electroencephalography Dan Pembelajaran Mesin Untuk Identifikasi Autism Spectrum Disorder”. Ia mengangkat pendekatan inovatif dalam diagnosis Autism Spectrum Disorder (ASD) menggunakan teknologi Electroencephalography (EEG) dan pembelajaran mesin. Hasil penelitiannya menunjukkan tingkat akurasi sangat tinggi dalam mendeteksi ASD, sehingga berpotensi menjadi alat bantu diagnosis yang lebih cepat, objektif, dan terukur.

Rektor USK: Pertumbuhan Profesor Menggembirakan, Targetkan 35 Profesor Baru di 2026
Dalam sambutannya, Rektor USK Prof. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A. menyampaikan rasa syukur atas pertumbuhan jumlah profesor di lingkungan kampus. “Dalam kurun waktu lima tahun saja, kita berhasil mengukuhkan lebih dari 100 profesor dengan beragam kepakaran,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sepanjang tahun 2026 ini, USK siap mengukuhkan 35 profesor baru yang telah lulus Uji Kompetensi Jabatan Akademik. Sebaran bidang ilmunya pun semakin merata, dengan rincian 24 profesor (68,57%) dari bidang sains dan 11 profesor (31,43%) dari bidang humaniora.
“Pengukuhan profesor hari ini sangatlah istimewa karena seluruhnya berasal dari Fakultas Teknik. Mudah-mudahan pencapaian ini bisa memotivasi dosen Fakultas Teknik lainnya serta menginspirasi mahasiswa USK,” ujar Prof. Mirza Tabrani.
Rektor juga menegaskan bahwa peningkatan jumlah profesor tidak lepas dari menguatnya budaya riset dan inovasi di USK, yang kini mulai bergerak menuju hilirisasi. “Keberadaan profesor tidak hanya menjadi simbol capaian akademik tertinggi, tetapi juga sebagai penggerak utama perubahan sosial yang berbasis ilmu pengetahuan dan kebermanfaatan,” pungkasnya. (by inaz)

Comments are closed