
BANDA ACEH — Universitas Syiah Kuala (USK) kembali memperkuat barisan dewan pakarnya melalui pengukuhan lima Guru Besar baru dalam Sidang Terbuka Senat Akademik Universitas. Prosesi sakral ini dipimpin langsung oleh Ketua Senat Akademik Universitas, Prof. Dr. Ir. Abubakar, M.S., bertempat di Gedung Academic Activity Center (AAC) Prof. Dr. Dayan Dawood, MA, Banda Aceh, pada Selasa (7/7/2026).
Acara seremonial khidmat ini dihadiri oleh Rektor, Sekretaris, para anggota Senat Akademik Universitas dan para Dekan di lingkungan Universitas Syiah Kuala. Momentum berharga ini juga turut dihadiri oleh sejumlah tamu undangan penting, di antaranya Rektor ISBI Aceh Bapak Prof. Dr. Wildan, M.Pd., serta para mantan Rektor USK terdahulu, yaitu Prof. Dr. Ir. Abdi A. Wahab, M.Sc. (Rektor periode 2002–2006) dan Prof. Dr. Darni M. Daud, M.A. (Rektor periode 2006–2012).
Gagasan dan Orasi Ilmiah Para Guru Besar
Kelima profesor baru yang dikukuhkan berasal dari rumpun keilmuan yang variatif, meliputi bidang kedokteran hewan, kependidikan, dan teknik. Berikut pokok-pokok pikiran strategis yang disampaikan dalam orasi ilmiah mereka:
1. Prof. Dr. drh. Basri, M.Si. (Fakultas Kedokteran Hewan)
- Bidang Ilmu Kepakaran: Biomaterial Oral, Mikrobiologi Oral, dan Nanoteknologi Kesehatan Gigi
- Judul Orasi: Carbon Quantum Dots Moringa Oleifera Sebagai Platform Biomaterial Presisi untuk Pencegahan Penyakit Rongga Mulut pada Perokok: dari Modulasi Nikotin hingga Pemeliharaan Oral Microbiome
- Intisari: Prof. Basri menawarkan inovasi riset untuk pencegahan penyakit rongga mulut pada perokok. Ia memadukan kekayaan sumber daya hayati dengan kecanggihan nanoteknologi sebagai platform presisi untuk memodulasi dampak buruk nikotin serta memelihara keseimbangan mikrobioma oral.
2. Prof. Dr. Ramli, M.Pd. (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan)
- Bidang Ilmu Kepakaran: Ilmu Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia
- Judul Orasi: Peran Perguruan Tinggi Dalam Pemertahanan Bahasa Indonesia
- Intisari: Prof. Ramli menyoroti keprihatinan atas semakin masifnya dominasi bahasa asing di ruang-ruang publik. Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi harus mengambil peran sentral sebagai garda terdepan untuk terus mempertahankan Bahasa Indonesia sebagai identitas nasional, alat pemersatu bangsa dan sebagai instrumen pengembangan ilmu pengetahuan di perguruan tinggi.
3. Prof. Dr. Umi Fathanah, S.T., M.T. (Fakultas Teknik)
- Bidang Ilmu Kepakaran: Teknologi Rekayasa Kimia Polimer dan Membran Fungsional
- Judul Orasi: Pengembangan Membran Antifouling Berbasis Rekayasa Aditif Hidrofilik Untuk Aplikasi Pengolahan Air Berkelanjutan
- Intisari: Prof. Umi menekankan krusialnya rekayasa teknologi lingkungan masa kini. Melalui pengembangan membran antifouling yang efisien, ia menghadirkan solusi pengolahan air bersih yang ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk merawat ekosistem sekaligus menjamin kesehatan masyarakat.
4. Prof. Dr. Ir. Laina Hilma Sari, S.T., M.Sc. (Fakultas Teknik)
- Bidang Ilmu Kepakaran: Arsitektur Sains dan Lingkungan
- Judul Orasi: Integrasi Sains, Lingkungan dan Kearifan Lokal dalam Arsitektur Menuju Bangunan Berkelanjutan dan Efisien Energi
- Intisari: Prof. Laina mengingatkan besarnya kontribusi sektor bangunan terhadap emisi karbon global. Oleh karenanya, ia menggagas perubahan paradigma desain arsitektur yang mengintegrasikan sains dengan kearifan lokal demi menciptakan bangunan yang responsif terhadap iklim dan efisien dalam penggunaan energi.
5. Prof. Dr. Rusdha Muharar, S.T., M.Sc. (Fakultas Teknik)
- Bidang Ilmu Kepakaran: Ilmu Komunikasi Nirkabel
- Judul Orasi: Menuju Batas Shannon: Teknologi Komunikasi Nirkabel Cerdas Untuk Mewujudkan Jaringan 6G
- Intisari: Prof. Rusdha memproyeksikan lompatan arsitektur teknologi telekomunikasi masa depan. Ia memaparkan pengembangan komunikasi nirkabel cerdas yang mampu menembus batas limit kapasitas kanal guna mempersiapkan terwujudnya infrastruktur jaringan 6G yang sangat cepat.

Rektor USK, Prof. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A., dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga yang mendalam sekaligus menaruh harapan besar kepada kelima profesor baru tersebut. Beliau sangat meyakini bahwa kepakaran seluruh profesor baru USK ini akan mampu berkontribusi secara maksimal untuk memecahkan berbagai persoalan bangsa, menghasilkan inovasi-inovasi strategis yang mendukung kemandirian teknologi nasional, sekaligus memperluas jejaring kolaborasi riset di tingkat internasional.
“Kami juga berharap para profesor dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga integritas akademik di kampus kita. Para profesor harus bisa menjadi teladan, berakhlak mulia, dan menjauhi perilaku yang dilarang Allah SWT. Mari kita jaga integritas akademik dari tindakan tidak etis seperti plagiasi, fabrikasi, falsifikasi, joki publikasi dan bentuk kecurangan lainnya,” ujar Rektor tegas.
Sebagai penutup, Rektor berpesan agar pencapaian tertinggi di bidang akademik ini senantiasa dibarengi dengan sikap rendah hati dalam setiap langkah pengabdiannya. “Karena pada akhirnya, kemuliaan seorang akademisi bukan hanya terletak pada gelar dan keilmuannya, tetapi juga pada manfaat yang dapat ia hadirkan bagi orang lain,” pungkasnya. (by haris)

Comments are closed