BANDA ACEH, 30 Oktober 2025 – Universitas Syiah Kuala (USK) kembali mencatatkan sejarah akademik dengan mengukuhkan lima profesor baru dalam Sidang Terbuka Senat Akademik yang berlangsung megah di Gedung Academic Activity Center (AAC) Prof. Dayan Dawood, Kamis (30/10/2025). Pengukuhan ini menandai puncak perjalanan akademik kelima ilmuwan tersebut dan menjadi kontribusi berharga bagi khazanah keilmuan di Indonesia, khususnya Aceh.

Sidang yang dipimpin langsung oleh Ketua Senat Akademik USK, Prof. Dr. Ir. Abubakar M.S., ini dihadiri oleh Rektor USK, para Wakil Rektor, Dekan dari seluruh fakultas, anggota Senat Akademik, segenap guru besar, civitas akademika USK, serta keluarga besar dari kelima profesor yang dikukuhkan. Turut hadir sejumlah tamu kehormatan, di antaranya Prof. Emeritus Dr. Abu Hassan Ahmad dari Universiti Sains Malaysia, Prof. Dr. Ferdi, S.H., M.H (Dekan FH Unand Padang), Dr. Dudut Tanjung, S.Kp., M.Kep., Sp.KMB (Dekan FKep USU), Bupati Simeulue Mohammad Nasrun Mikaris, S.H., M.H, Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Aceh Hertha Bastiawan, Dr. T. Dadek, S.H., M.H. (Perencana Ahli Utama Pemerintah Aceh), dan Dr. (HC) H. Rusli Bintang (Ketua Yayasan Abulyatama Aceh).

Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat dan kebanggaan atas pencapaian kelima dosen tersebut. Secara khusus, Rektor menaruh harapan besar agar dosen dari rumpun ilmu Sosial Humaniora dapat lebih banyak lagi mencapai jenjang akademik tertinggi ini. Hal ini disampaikan untuk mengatasi ketimpangan yang masih terjadi, di mana jumlah guru besar USK saat ini masih didominasi oleh rumpun Sains.

“Hingga saat ini, jumlah profesor aktif di USK telah mencapai 229 orang. Namun, komposisinya masih didominasi oleh bidang sains. Kami berharap prestasi ini dapat memacu rekan-rekan dosen dari sosial humaniora untuk terus berkarya dan mengejar gelar profesor,” ujar Prof. Marwan.

Prof. Dr. Ir. Marwan menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi atas pencapaian kelima profesor. “Pengukuhan guru besar ini bukanlah titik akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk mengabdi pada ilmu pengetahuan, membimbing generasi penerus, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat,”

Berikut adalah kelima Guru Besar yang dikukuhkan beserta orasi ilmiah yang mereka sampaikan:

  1. Prof. Dr. Iskandar A Gani, S.H., M.Hum.
    Bidang Ilmu: Hukum Tata Negara Bidang HAM, Fakultas Hukum
    Judul Orasi:  PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK KONSTITUSIONAL WARGA NEGARA PADA MAHKAMAH KONSTITUSI (MK) YANG BERKEADILAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM “
  2. Prof. Dr. Aliasuddin, S.E., M.Si.
    Bidang Ilmu: Ekonomi Lingkungan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis
    Judul Orasi:  KORUPSI, EFISIENSI SUMBERDAYA, DAN KUALITAS LINGKUNGAN “
  3. Prof. Dr. drh. Farida Athaillah, M.Si.
    Bidang Ilmu: Parasitologi, Fakultas Kedokteran Hewan
    Judul Orasi: “BIOEKOLOGI NYAMUK Aedes aegypti VEKTOR DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD): POTENSI DAN PERANANNYA DALAM PENYEBARAN PENYAKIT”
  4. Prof. Dr. Mahdi Syahbandir, S.H., M.Hum.
    Bidang Ilmu: Hukum Administrasi Negara, Fakultas Hukum
    Judul Orasi:  KAJIAN POLITIK HUKUM ZAKAT SEBAGAI FAKTOR PENGURANG PAJAK PENGHASILAN DI ACEH “
  5. Prof. Dr. Teuku Tahlil, S.Kp., M.S.
    Bidang Ilmu: Keperawatan Komunitas, Fakultas Keperawatan
    Judul Orasi: “PENGUATAN PERAN PERAWAT KOMUNITAS DALAM PENCEGAHAN PERILAKU MEROKOK BERBASIS SEKOLAH UNTUK MEWUJUDKAN GENERASI EMAS 2045”

Melalui orasi ilmiahnya, masing-masing guru besar memaparkan hasil pemikiran dan penelitian mendalam yang relevan dengan tantangan kontemporer, mulai dari hukum dan HAM, ekonomi lingkungan, kesehatan masyarakat, kebijakan fiskal syariah, hingga upaya preventif dalam kesehatan generasi muda.

Menurut Prof. Dr. Azhari, SH, MCL, MA, selaku Sekretaris Senat Akademik USK yang membacakan SK pengangkatan para Guru Besar dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, kelima Guru Besar yang dikukuhkan tersebut adalah individu-individu berprestasi yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam bidang ilmu masing-masing, baik melalui penelitian, pengajaran, maupun pengabdian kepada masyarakat. Dengan pengukuhan ini, mereka resmi menyandang gelar profesor, sebuah pencapaian tertinggi dalam jenjang karier akademik.

Pengukuhan ini tidak hanya menjadi momentum kebanggaan bagi para profesor dan keluarga mereka, namun semakin mengokohkan posisi USK sebagai center of excellence yang tidak hanya mencetak akademisi unggul tetapi juga aktif memberikan solusi bagi permasalahan bangsa melalui kajian-kajian ilmiah yang berdampak luas. Kehadiran kelima guru besar ini diharapkan dapat menginspirasi seluruh civitas akademika USK untuk terus berinovasi dan berdedikasi dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. (by inaz)

Categories:

Tags:

Comments are closed