Banda Aceh, 10 Februari 2026 – Universitas Syiah Kuala (USK) kembali meneguhkan komitmennya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dengan mengukuhkan lima guru besar baru dalam Sidang Terbuka Senat Akademik, hari ini, Selasa. Sidang yang dipimpin langsung oleh Ketua Senat Akademik USK, Prof. Dr. Ir. Abubakar, M.S., tersebut berlangsung khidmat di Gedung Academic Activity Center (AAC) Prof. Dr. Dayan Dawood, M.A., Kampus USK, Darussalam, Banda Aceh pada hari Selasa 10 Februari 2026.

Acara yang menjadi momen bersejarah bagi civitas akademika USK ini dihadiri oleh Rektor USK, para Wakil Rektor, Dekan dari seluruh fakultas, anggota Senat Akademik, segenap guru besar, dosen, tenaga kependidikan, serta keluarga besar dari kelima profesor yang dikukuhkan. Kehadiran mereka memenuhi ruang sidang, mencerminkan dukungan dan kebanggaan atas pencapaian tertinggi dalam jenjang akademik ini. Tampak juga hadir Prof. Dr. Ir. I Wayan Budiastra, M.Agr, Fakultas Teknologi Pertanian IPB University dan Prof. Dr. Ir. Abdi A Wahab M.Sc. Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) periode 2001–2006.

Kelima ilmuwan yang dikukuhkan berasal dari Fakultas Pertanian USK, menunjukkan kekuatan dan fokus pengembangan keilmuan di bidang strategis tersebut. Mereka menyampaikan orasi ilmiah yang mengangkat tema-tema inovatif dan relevan dengan kebutuhan bangsa serta tantangan global.

Berikut adalah lima profesor baru beserta judul orasi ilmiah yang mereka sampaikan:

  1. Prof. Dr. Ing. Agus Arip Munawar, S.TP., M.Sc., dikukuhkan dalam Bidang Ilmu Teknologi Near Infrared. Dalam orasinya yang berjudul “Near Infrared Reflectance Spectroscopy”, ia memaparkan perkembangan teknologi spektroskopi pantulan sinar infra merah dekat sebagai metode cepat, akurat, dan non-destruktif untuk analisis kualitas berbagai material, khususnya hasil pertanian.
  2. Prof. Dr. Ir. Irfan, M.Sc., dikukuhkan dalam Bidang Ilmu Teknologi Ekstraksi dan Limbah Organik. Orasi ilmiahnya berjudul “Pengembangan Teknologi Ekstraksi dan Peningkatan Nilai Tambah Limbah Organik Ramah Lingkungan”, yang mengetengahkan inovasi proses ekstraksi hijau (green extraction) untuk memanfaatkan limbah organik menjadi produk bernilai tinggi, mendukung ekonomi sirkular.
  3. Prof. Dr. Ir. Yurliani, M.Sc., dikukuhkan dalam Bidang Ilmu Teknologi Susu dan Daging. Pada orasi berjudul “Bioteknologi Fermentatif: Kontribusi Bakteri Asam Laktat terhadap Kesehatan dan Keamanan Pangan Fungsional Berbasis Susu”, ia menguraikan peran strategis bakteri asam laktat dalam pengembangan produk susu fermentasi yang tidak hanya aman, tetapi juga berkhasiat bagi kesehatan.
  4. Prof. Dr. Murna Muzaifa, S.TP., MP., dikukuhkan dalam Bidang Ilmu Bioteknologi Pangan. Orasi ilmiahnya “Peranan Teknologi Fermentasi dalam Peningkatan Mutu Pangan dan Valorisasi Hasil Sampingnya” menyoroti bagaimana teknologi fermentasi dapat mengubah bahan pangan lokal menjadi produk dengan mutu lebih tinggi, sekaligus menyulap hasil sampingnya menjadi komoditas baru yang ekonomis.
  5. Prof. Dr. Siti Hafsah, S.P., M.Si., dikukuhkan dalam Bidang Ilmu Pemuliaan Tanaman Hortikultura. Dalam judul orasi “Perakitan Varietas Unggul Hortikultura dalam Rangka Menghadapi Tantangan Perubahan Iklim”, ia menekankan pentingnya riset pemuliaan tanaman untuk menciptakan varietas unggul baru yang tahan terhadap cekaman abiotic seperti kekeringan dan salinitas, sebagai solusi adaptasi pertanian menghadapi perubahan iklim.

Ketua Senat Akademik USK, Prof. Dr. Ir. Abubakar, M.S., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada kelima guru besar baru. “Pengukuhan ini bukanlah titik akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Kehadiran Bapak dan Ibu Profesor diharapkan dapat semakin mendorong atmosfer akademik, memimpin riset-riset strategis, dan mencetak generasi penerus yang unggul di USK,” ujarnya.

Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan juga turut memberikan pidato sambutan mengucapkan selamat kepada seluruh profesor baru USK tersebut. Pengukuhan kali inipun terasa istimewa karena seluruh profesor baru ini berasal dari Fakultas Pertanian.

Pada kesempatan yang penuh haru itu, Rektor juga mengungkapkan bahwa pengukuhan hari ini merupakan pengukuhan terakhirnya sebagai Rektor USK. Beliau menyampaikan capaian monumental selama kepemimpinannya: “Pada tahun 2022, saat saya mengawali kepemimpinan, jumlah profesor USK adalah 105 orang. Untuk itulah, saya bersyukur karena saat ini USK telah memiliki 249 orang profesor.”

Pernyataan tersebut menandai peningkatan lebih dari dua kali lipat jumlah guru besar hanya dalam kurun empat tahun, sebuah bukti nyata geliat dan kemajuan akademik USK di bawah kepemimpinannya. Pengukuhan lima profesor sekaligus ini bukan hanya sekadar seremoni, tetapi merupakan penegasan komitmen USK untuk terus berkontribusi bagi ilmu pengetahuan dan pembangunan bangsa melalui bidang pertanian yang berkelanjutan dan inovatif.

Pengukuhan ini menandai kontribusi nyata USK dalam memperkaya khazanah keilmuan nasional dan menjawab persoalan nyata di masyarakat melalui pendekatan sains dan teknologi, khususnya yang berbasis pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan.(by inaz)

Tags:

Comments are closed